Trigliserida Tinggi, Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

Trigliserida Tinggi, Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

posted in: Info Kesehatan | 0

Kita pastinya pernah membaca atau mendengar tentang istilah “Trigliserida” tapi mungkin tidak pernah mengetahui secara pasti apa dan seperti apa perannya dalam tubuh.

Yang kita tahu hanyalah jika kadar trigliserida dalam darah sangat tinggi, maka akan membahayakan bagi kesehatan.

Sebenarnya tidak selalu begitu, trigliserida juga sangat dibutuhkan untuk menunjang aktiftifitas tubuh kita setiap harinya.

Oleh sebab itulah dalam pembahasan kali ini kami akan memberikan informasi serinci mungkin mengenai apa itu trigliserida, fungsi dan juga bahayanya.

Apa Itu Trigliserida ?

Trigliserida merupakan sejenis lemak yang ikut mengalir dalam darah atau biasa kita sebut dengan lemak darah.

Lemak darah adalah jenis lemak yang paling umum dalam tubuh dan memiliki fungsi penting bagi kesehatan kita, diantaranya sebagai cadangan energi  bagi organ-organ tubuh untuk menjalankan fungsinya.

Trigliserida  dapat terbentuk secara alami dalam tubuh ataupun merupakan hasil dari proses metabolisme makanan yang kita konsumsi terutama pada jenis makanan dengan kadar lemak ataupun kalori tinggi.

Lemak dan kalori dalam makanan yang kita konsumsi umumnya berbentuk trigliserida.

Ketika tubuh memproduksi cukup  trigliserida, tetapi kemudian ada tambahan trigliserida yang berasal dari konsumsi makanan, secara otomatis kelebihan  trigliserida tersebut akan disimpan dalam jaringan lemak dibawah kulit sebagai cadangan.

Memang, trigliserida dalam batas tertentu sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.

Yang berbahaya ialah ketika tubuh kita terus terusan menimbun cadangan lemak, tentu akan berbahaya bagi kesehatan karena dapat meningkatkan resiko trigliserida tinggi atau Hipertrigliseridemia.

Mengacu pada artikel yang bersumber dari situs kesehatan WebMD.com, trigliserida tinggi dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan juga gangguan metabolik tubuh atau sindrom metabolik.

Sindrom metabolik ini adalah semacam komplikasi dari berbagai penyakit seperti Hipertensi, Diabetes, Penumpukkan lemak disekitar pinggang, rendahnya Kolesterol baik (HDL) dan termasuk juga trigliserida tinggi.

Kadar trigliserida yang  terlalu tinggi juga bisa menyebabkan penumpukan lemak di arteri darah yang akhirnya mengeras dan menyumbat aliran darah (Aterosklerosis).

Aterosklerosis sendiri dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke dan penyakit jantung. Menurut National Institutes of Health (NIH), wanita lebih berisiko terkena penyakit jantung jika memiliki kadar trigliserida tinggi dibandingkan pria.

Berapa Nilai Normal Trigliserida ?

Trigliserida dalam jumlah tertentu dapat bermanfaat bagi tubuh. Kadar trigliserida dalam darah bisa diketahui melalui tes darah, biasanya dilakukan bersamaan untuk mengetahui jumlah kolesterolnya.

Agar hasil tesnya menunjukan nilai yang akurat, sehari sebelum tes, dokter akan meminta anda untuk berpuasa dan menghindari sejumlah makanan dan juga minuman yang dapat menaikkan nilai trigliserida.

Untuk mengetahui trigliserida anda termasuk kategori tinggi atau normal, silakan bandingkan dengan  hasil pemeriksaan darah anda dengan nilai acuan di bawah ini.

Jika hasil tes darah anda menunjukkan :

  • Trigliserida kurang dari 150 mg/dl darah, maka trigliserida anda termasuk normal
  • Trigliserida antara 150-199 mg/dl darah artinya trigliserida anda cukup tinggi
  • Trigliserida nilainya 200-499 mg/dl darah berarti trigliserida anda termasuk tinggi
  • Untuk trigliserida yang berada diatas 500 mg/dl darah termasuk sangat tinggi dan membahayakan.

Penyebab Trigliserida Tinggi

Tingginya trigliserida dipengaruhi oleh kondisi medis dan juga gaya hidup, terutama pola makan yang tidak sehat.

Sejumlah kondisi seperti obesitas dan juga diabetes adalah faktor utama yang biasanya memicu kenaikan trigliserida dalam jumlah tinggi.

Kondisi ini diperparah lagi dengan kebiasaan makan yang buruk seperti konsumsi makanan ber lemak, karbohidrat  serta kalori yang tinggi sehingga dari waktu-ke waktu lemak semakin menumpuk.

Pun demikian ketika anda juga memiliki sedikit kegiatan atau jarang sekali bergerak dan berolahraga, kadar trigliserida akan cenderung tinggi.

Selain beberapa pemicu di atas, terdapat hal-hal lain yang juga ikut berpengaruh pada kenaikan trigliserida seperti :

  • Penyakit hipotiroid
  • Kebiasaan minum alkohol
  • Penyakit ginjal
  • Sindrom metabolisme lemak
  • Terapi hormon menjelang menopause
  • Efek samping obat-obatan tertentu seperti steroid, beta bloker, pil KB dan obat-obatan diuretik.

Ciri dan Gejala Trigliserida Tinggi

Sebenarnya tidak ada gejala khusus yang menjadi pertanda naiknya kadar trigliserida darah. Namun, beberapa penderita trigliserida tinggi cenderung mengalami kondisi seperti berikut :

  • Radang Pankreas (Pankreatitis)

Secara umum, orang dengan trigliserida tinggi sering menderita pankreatitis akut. Yaitu kondisi ketika pankreas mengalami peradangan secara tiba-tiba.

Gejala dari pankreatitis termasuk kehilangan nafsu makan, sakit perut, dan mual hingga demam, pernapasan cepat, dan detak jantung yang cepat.

Pankreatitis juga identik dengan mereka yang sering mengkonsumsi alkohol. Seperti kita tahu juga alkohol adalah salah satu pemicu naiknya trigliserida darah.

  • Xantoma

Tanda lain yang mengindikasikan trigliserida anda tinggi ialah Xantoma. Penyakit ini ditandai dengan benjolan yang biasanya berisi gumpalan lemak tepat di bawah kulit. Ukurannya bisa bermacam-macam dari kecil sampai besar.

Xantoma umumnya tumbuh di siku, lutut, pergelangan kaki, punggung dan bagian pantat. Meski Xantoma termasuk tumor jinak dan tidak membahayakan, tetapi bagi sebagian orang mungkin akan dirasa mengganggu terutama jika ukuranyya sangat besar.

  • Gejala lainnya

Selain pankreatitis dan Xantoma, gejala yang sering muncul saat trigliserida meningkat diantaranya ialah terjadi pembengkakan hati atau limpa.

Trigliserida yang sangat tinggi juga dapat menyebabkan pemblokiran darah ke jantung dan otak yang menimbulkan nyeri dada atau angina. Sedangkan penurunan suplai darah ke otak dapat memicu rasa pusing, mati rasa, kebingungan atau linglung, penglihatan kabur serta sakit kepala yang parah.

Perlu diingat, gejala diatas tidak selalu muncul meski trigliserida anda memang sangat tinggi. Ini berarti tidak setiap orang akan mengalami hal yang sama.

Cara terbaik untuk mengetahui nilai trigliserida yang pasti ialah dengan pemeriksaan darah.

Perbedaan Kolesterol dan Trigliserida

perbedaan trigliserida dan kolesterol
trigliserida vs kolesterol

Ketika membahas tentang Trigliserida seringkali Kolesterol juga dikaitkan, begitupun sebaliknya. Lantas apa yang membedakan keduanya ?

Kebanyakan mengganggap bahwa baik Kolesterol maupun trigliserida adalah sama bahkan cenderung berkonotasi negatif terkait efeknya bagi kesehatan. Faktanya ada persamaan dan ada juga perbedaan diantara keduanya.

Mari kita mulai dengan persamaan diantara keduanya.

Seperti disebutkan sebelumnya baik Trigliserida maupun Kolesterol termasuk kedalam zat lemak (Lipid). Keduanya mengalir dalam aliran darah yang menuju keseluruh tubuh. Persamaan lainnya ialah mereka bisa diproduksi baik oleh tubuh kita sendiri maupun berasal dari hasil  makanan yang dikonsumsi.

Memang tubuh kita dapat memproduksi baik trigliserida maupun kolesterol sendiri. Akan tetapi produksi kolesterol oleh tubuh biasanya mencukupi dibandingkan dengan produksi trigliserida. Jadi, tubuh kita cenderung membutuhkan tambahan trigliserida dari luar yaitu dari makanan.

Karena tubuh kita menghasilkan jumlah kolesterol yang cukup secara alami, secara otomatis Kolesterol cenderung lebih mudah meningkat daripada trigliserida, karena ditambah dengan kolesterol yang diperoleh dari sumber luar (seperti makanan yang kita makan).

Ada beberapa jenis kolesterol, yaitu kolesterol  baik (HDL) dan Kolesterol buruk (LDL). Jadi tergantung pada jenis kolesterolnya yang bisa menjadi berbahaya atau tidaknya bagi kesehatan.

Jika berkaitan dengan fungsi trigliserida dan kolesterol, keduanya sangatlah berbeda. Trigliserida digunakan tubuh untuk menghasilkan cadangan energi. Jika diibaratkan, Trigliserida ini seperti batu bara yang digunakan agar mesin bekerja lebih cepat.

Mulanya trigliserida disimpan di organ hati lalu kemudian didistribusikan keseluruh tubuh untuk disimpan dalam otot. Ketika tubuh kekurangan pasokan energi, maka cadangan trigliserida yang tersimpan tadi akan diubah menjadi energi.

Disisi lainnya, Kolesterol memiliki peran sebagai pembangun sel-sel tubuh, memproduksi hormon seks (progesteron pada wanita dan testosteron pada laki-laki), dan juga memproduksi hormon kortisol atau hormon stress.

Fungsi kolesterol yang paling penting adalah untuk pembentukan empedu. Ini adalah zat yang ada di hati yang memegang peran khusus untuk mencerna lemak dan menyerap vitamin D, E, A, dan E.

Dari uraian diatas, kita dapat menarik kesimpulan mengenai persamaan dan perbedaan antara Trigliserida dan juga Kolesterol, yaitu :

  • Baik trigliserida dan kolesterol keduanya diklasifikasikan sebagai zat lemak (lipid) yang didapat dari konsumsi makanan atau diproduksi sendiri  oleh tubuh manusia.
  • Keduanya memiliki fungsi berbeda. Trigliserida digunakan tubuh sebagai cadangan energi, sementara kolesterol adalah pemain kunci dalam pembentukan sel tubuh, pengembangan hormon dan produksi empedu.

Pada akhirnya, baik trigliserida maupun Kolesterol adalah zat lemak yang sangat penting bagi kelangsungan tubuh manusia selama masih berada dalam jumlah yang wajar. Keduanya baru akan menimbulkan masalah kesehatan jika kadarnya berada jauh diatas batas normalnya.

Sudah sepatutnya kita selalu menjaga pola makan sehat dan juga gaya hidup yang aktif  untuk menjaga keseimbangan trigliserida maupun kolesterol tubuh sebagai investasi kesehatan jangka panjang.

Ada pertanyaan ? Silakan tulis komentar..