Asam Lambung Dan Kecemasan (Serangan Panik)

Asam Lambung Dan Kecemasan (Serangan Panik)

posted in: Info Kesehatan | 0

Baru-baru ini Kami mendapat pertanyaan dari seorang konsumen dengan keluhan kecemasan yang berlebihan, sering stress tanpa alasan, ketakutan terhadap kematian dan sebagainya.

Setelah berkonsultasi lebih jauh lewat telepon pada akhirnya kami mendapatkan sedikit titik terang bahwa yang bersangkutan kebetulan juga memiliki riwayat asam lambung.

Lalu kemudian muncul sebuah pertanyaan, “apa hubungannya antara asam lambung dengan kecemasan tersebut ?”

Hal ini pulalah yang kemudian membuat kami terpikir untuk menulis artikel yang berhubungan dengan permasalahan itu.

Dan kami tentunya berharap informasi ini bisa bermanfaat bagi pembaca lainnya.

Sekilas Tentang Sakit Asam Lambung

GERD atau asam lambung tinggi merupakan keluhan umum yang sering diderita masyarakat kita.

Penyakit ini bersumber dari produksi asam lambung berlebih maupun naiknya asam lambung dan makanan kembali ke kerongkongan.

Lambung kita memiliki semacam otot cincin yang akan terbuka ketika makanan ditelan. Sebelum masuk ke lambung makanan dan minuman akan melalui otot ini terlebih dahulu.

Otot ini akan tertutup setelah tidak ada lagi makanan yang ditelan, tujuannya adalah mencegah supaya makanan tidak kembali lagi ke kerongkongan.

Untuk mencerna makanan yang kita telan, tubuh memerlukan asam lambung yang diproduksi di perut. Secara otomatis tubuh akan menyesuaikan produksinya dengan jumlah makanan yang dicerna.

Orang yang menderita asam lambung, otot cincin ini cenderung tidak berfungsi dengan baik dan tidak dapat menutup dengan rapat. Akibatnya, apa yang sudah dimakan dan ditelan dapat kembali lagi ke atas. Ini disebut juga dengan refluks atau regurgitasi.

Ketika terjadi refluks asam lambung, biasanya sering muncul berbagai gejala seperti nyeri ulu hati, dada terasa panas, tenggorokan sakit, sesak nafas bahkan mual dan juga pusing.

Asam lambung bersifat asam dan keras sehingga dapat merusak apapun yang dilaluinya terutama dinding tenggorokan.

Selain itu, cairan dari refluks sangat mungkin juga masuk ke organ lain seperti paru-paru dan jantung, yang dapat menimbulkan sesak nafas serta jantung berdebar kencang.

Kebanyakan, karena mengalami rangkaian gejala-gejala diataslah yang sering menimbulkan kekhawatiran atau kecemasan yang tidak-tidak seperti yang dialami konsumen kami di atas.

Apa Hubungan Antara Asam Lambung dan Kecemasan ?

Asam Lambung Dan Kecemasan
Stress Sebabkan GERD

Keterkaitan antara asam lambung dan kecemasan memang sudah menjadi objek penelitian selama bertahun-tahun bahkan sampai sekarang masih diperdebatkan.

Namun mayoritas para peneliti sepakat bahwa memang terdapat koneksi antara keduanya.

Faktanya banyak persarafan, hormonal dan nourotransmiter kimia yang menghubungkan otak dengan saluran pencernaan. Sehingga ketika ada gangguan pada salah satunya maka yang lain akan terpengaruh.

Sebuah studi pada tahun 2010 yang meneliti lebih dari 40.000 orang Norwegia menunjukkan bahwa mereka yang memiliki stress pada pekerjaan lebih beresiko 2 kali lebih besar mengalami gejala asam lambung secara signifikan.

Studi terbaru yang dipublikasikan di Internal Medicine juga memaparkan dari 12.000 orang penderita asam lambung dilaporkan ternyata hampir setengahnya mengalami gejala asam lambung yang memburuk ketika stress.

Dari hasil kedua studi ini dapat disimpulkan bahwa stress mungkin memang memiliki peran dalam memicu asam lambung. Meski memang tidak dijelaskan secara rinci.

Peneliti meyakini bahwa kimia otak disebut Kolesistokinin yang dihubungkan dengan kepanikan dan gangguan pencernaan adalah salah satu pemicunya.

Ketika kita panik maka tubuh akan lebih sensitif terhadap refluks asam lambung, meskipun nyatanya tidak terjadi peningkatan produksi asam lambung sama sekali.

Hal ini dibuktikan dalam penelitian pada tahun 1993 yang diterbitkan di American Journal of Gastroentology bahwa pasien dengan kecemasan dan stress dikabarkan memiliki gejala refluks asam lambung lebih parah , tapi produksi asam lambungnya tetap normal.

Dengan kata lain meski gejala asam lambungnya lebih parah dari biasanya, peneliti tidak menemukan adanya peningkatan dari segi produksi asam lambung si pasien tadi.

Peneliti berteori bahwa stress mempengaruhi otak untuk mengkatifkan reseptor nyeri yang membuat seseorang lebih sensitif terhadap level asam lambung. Ini yang kemudian dapat meningkatkan rasa ketidaknyamanan saat terjadi refluks.

Begitu juga ketika refluks asam lambung terjadi, gejala-gejalanya akan cenderung membuat seseorang menjadi panik dan akhirnya mengalami kecemasan yang berlebihan.

Yang perlu diingat ialah bahwa hubungan antara kecemasan dan juga asam lambung bukan hubungan sebab akibat atau hubungan secara langsung.

Refluks asam lambung memang dapat memicu kecemasan dan kepanikan ,sebaliknya kecemasan juga dapat memperparah gejala dari asam lambung.

Sejumlah studi dan penelitian di atas tidak menunjukkan bahwa kecemasan secara langsung menyebabkan refluks asam lambung maupun sebaliknya. Namun keterkaitan antara keduanya terjadi melalui proses yang sangat rumit.

Apa yang Harus Dilakukan ?

Hal pertama yang harus anda lakukan ialah mengetahui secara pasti penyebabnya.

Apakah asam lambung yang mencetuskan kecemasan atau kecemasan itu sendiri yang menyebabkan reaksi pada lambung anda. Tentunya ini akan sangat penting dalam menentukan pengobatannya.

Untuk itu, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum anda melakukan pengobatan apapun. Jika penyebab utamanya tidak diatasi maka ada kemungkinan keluhan yang anda rasakan akan terus berulang.

Penganganan asam lambung dan kecemasan perlu ditinjau secara biopsikososial. Yang artinya selain menangani penyakit fisiknya dalam hal ini asam lambung tapi juga harus ditangani kondisi kecemasannya.

Dengan metode ini dalam beberapa kasus menunjukkan ketika kondisi kecemasannya teratasi maka dengan sendirinya gejala asam lambung juga ikut membaik bahkan tidak ada sama sekali.

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa kecemasan dan serangan panik dapat memperberat gejala asam lambung berkali-kali lipat. Sedangkan asam lambung juga bisa menimbulkan masalah lain seperti peradangan lapisan kerongkongan, nyeri dada kronis bahkan bisa memicu kanker kerongkongan.

Beberapa tips yang bisa  dilakukan untuk menurunkan stress dan juga asam lambung anda, diantaranya :

  • Latihan dan olahraga

Latihan membantu melemaskan otot yang tegang, menjauhkan anda dri stress kantor ataupun lingkungan serta melepaskan hormon perasaan baik. Latihan juga membantu menjaga berat badan yang secara tidak langsung mengurangi tekanan pada perut.

  • Perhatikan Makanan Anda

Ini ankan sangat penting jika anda sedang stress karena akan lebih sensitif terhadap makanan pemicu refliks asam lambung. Hindari makanan seperti cokelat, kafein, buah atau jus sitrus, tomat, makanan pedas dan juga berminyak.

  • Beristirahat dan Tidur Cukup

Stress dan tidur membentuk suatu siklus. Tidur adalah penurun stress alami dan stress yang berkurang menyebabkan tidur yang lebih baik. Untuk menghindari refluks ketika tidur, jagalah posisi kepala lebih tinggi.

  • Berlatih teknik relaksasi seperti  yoga, tai chi, atau menggunakan musik untuk menenangkan pikiran
  • Jangan Terlalu Ambisius

Tidak dipungkiri keinginan kuat terhadap suatu hal dapat menyebabkan tekanan psikis terutama jika tidak tercapai. Lakukan semuanya dengan normal dan nikmati prosesnya.

  • Tertawa

Melihat film komedi atau bercanda bersama rekan anda bisa jadi pilihan karena tertawa adalah salah satu cara terbaik menghindari stress

  • Pertimbangkan Pijat dan Refleksi

Menikmati pijatan secara fisik dapat merelaksasi otot-otot anda begitu juga dengan ketenangan pikiran yang akan mengikuti.

Ada pertanyaan ? Silakan tulis komentar..