Ini Bahayanya Jika Anak Sering Dibentak Orang Tuanya

Ini Bahayanya Jika Anak Sering Dibentak Orang Tuanya

posted in: Info Kesehatan | 0

Sebaik-baik orangtua adalah mereka yang memberi contoh baik pada anaknya, termasuk menahan emosi ketika sang anak berperilaku tidak baik atau membuat kesalahan.

Marah atau emosi memang manusiawi tapi tidak berarti boleh diluapkan seenaknya terutama pada anak. Orangtua memarahi anaknya pasti tujuannya baik sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab selaku orangtua. Tapi jika memarahi dengan nada yang tinggi bahkan sampai membentak, itu lain ceritanya.

Mmembentak Anak
Membentak Anak

Tahukah anda para orangtua, bahwa ada dampak buruk yang terjadi pada anak jika sering dibentak. Terdapat banyak penelitian yang mengungkapkan ketika anak dibentak akan terjadi reaksi atau respon negatif didalam milyaran sel-sel otak mereka.

Seperti yang dijelaskan Amir Zuhdi, Dokter ahli ilmu otak dari Neuroscience Indonesia, saat orangtua membentak, anak akan merasa ketakutan. Ketika muncul rasa takut itu, produksi hormon kortisol di otak juga akan meningkat.

Tingginya hormon kortisol bersama dengan bentakan yang berasal dari gelombang suara akan berkolaborasi dengan emosi yang berasal dari otak kiri dan menciptakan efek destruktif pada miliaran sel-sel otak anak.

Itu cukup untuk memutuskan sambungan neuron atau sel-sel di otak. Selain itu, akan terjadi percepatan kematian neuron atau apoptosis. Lalu, apa akibatnya jika neuron terganggu ?

Anak-anak yang sering mendapat bentakan atau teguran keras dari orangtua mereka, biasanya akan mengalami beberapa gangguan, seperti yang akan dijelaskan dibawah ini :

  • Anak Menjadi Minder, Takut dan Tidak Percaya Diri

Akibat seringnya dibentak lantaran kesalahan yang dia lakukan, seorang anak akan tumbuh menjadi pribadi yang cenderung minder dan tidak percaya diri.

Ketakutan -ketakutan pun timbul dalam dirinya ketika ia akan melakukan hal-hal baru, karena dari pengalaman sebelumnya jika ia melakukan kesalahan maka akan mendapat bentakan. Sehingga tertanam dalam pikiran si anak bahwa ia tidak pernah melakukan sesuatu dengan benar dan takut mencoba.

  • Meniru Perilaku Orangtua

Ada istilah mengatakan “buah jatuh tak jauh dari pohonnya “. Anak terutama pada masa awal perkembangan adalah seorang peniru.  Ingatlah masa depan anak tergantung didikan orangtuanya.

Jika setiap hari anak dijejali dengan bentakan dan perlakuan kasar, dikemudian hari dia akan berlaku persis seperti yang ia pernah rasakan dulu, karena menganggap teriakan dan bentakan adalah bentuk kasih sayang.

  • Temperamental Dan Egois

Akibat didikan dari orang tuanya yang mengekspresikan sesuatu dengan teriakan dan bentakan, seorang anak akan berperilaku temperamental dan cenderung egois.

Seperti dikatakan dalam poin nomor 2 anak akan belajar dari apa yang dialaminya. Entah ia bisa balik membentak orang tua, temannya, atau orang lain yang ada di sekitarnya. Tentu saja kepribadian tempramental ini akan membentuk perilaku mudah marah. Anak menjadi cenderung agresif dan sensitif.

  • Membangkang dan Menentang

Terkadang anak akan diam saja ketika dimarahi atau dibentak karena tidak memiliki keberanian untuk melawan. Namun disaat mereka tumbuh dewasa apalagi dipengaruhi oleh lingkungan mereka bergaul, jangan kaget jika mereka memiliki perilaku membangkang dan melawan orangtua.

Karena sejak kecil ia diperlakukan kasar diam saja sekarang ketika dewasa dia akan mempertahankan harga dirinya meski harus melawan orangtua.

  • Apatis dan Tidak Peduli Terhadap Orang Lain

Anak akan berpikir kenapa dia harus peduli terhadap orang lain sedangkan dulu orang tuanya juga tidak mempedulikan perasaannya. Begitu juga misalnya dilingkungan, teman, sekolah atau dimana saja ketika ia berada cenderung tidak peduli dan tidak peka terhadap sekitarnya.

  • Tingkat Kecerdasan Menurun

Ketika anak belajar terjadi hubungan antara sel otak satu dengan yang lain. Salah satu hal yang menyebabkan terputusnya sambungan sel-sel otak yaitu bentakan.

Seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh Lise Gliot pada anaknya sendiri dengan memasangkan kabel perekam otak yang dihubungkan ke monitor komputer menunjukkan ketika anak dimarahi atau di bentak terjadi reaksi destruktif pada neuron atau sel-sel saraf otak anak.

Akibatnya anak mungkin akan mengalami gangguan kecerdasan seperti lambat saat menerima pelajaran , berfikir atau memutuskan sesuatu.

Ayah, Bunda, mendidik anak dengan cinta dan kelembutan adakalanya memang tidak semudah ketika mengucapkannya. Tindakan dan tingkah laku anak sendiri sering menjerumuskan untuk melakukan tidakan yang diluar batas dan kontrol orangtuanya.

Namun kita kembali mengingat betapa dahsyatnya dampak buruk yang bisa diakibatkan oleh bentakan yang berkelanjutan dalam jangka panjang, sepatutnya sebagai orangtua yang jadi panutan baik untuk anak-anaknya dihimbau agar lebih bisa mengendalikan diri.

Dibawah ini ada beberapa tips yang mungkin berguna untuk meredam amarah dan mencegah membentak  ketika anak berbuat kesalahan :

  1. Ketika anak anda berteriak, usahakan jangan terpengaruh untuk berteriak atau membentaknya lebih keras. Dekati dia dan bicaralah secara lemah lembut
  2. Sebelum anda kehilangan kontrol untuk membentak anak, ingatkan diri anda, bahwa anak adalah peniru ulung. Ia akan meniru setiap setiap kata-kata kasar yang kita teriakan di benaknya.
  3. Ingatlah, kepribadian anak di masa depan adalah hasil bentukan kita di masa sekarang.
  4. Segeralah mengubah posisi tubuh anda, seperti dari berdiri menjadi duduk. Hal ini akan menurunkan ketegangan emosi anda.
  5. Ketika anda merasa emosi memuncak, sebaiknya palingkan muka anda sejenak dari anak atau pergi ke ruangan lain untuk menenangkan diri sesaat
  6. Pejamkan mata dan tarik nafas kemudian hembuskan secara perlahan. Hal ini akan membuat dada yang sesak terasa longgar dan lebih lapang

Orangtua sebagai orang yang lebih dewasa dituntut harus bisa mengelola emosi. Ketika anak berbuat salah, katakan salah dengan memberikan pengertian bukannya dengan membentak-bentak.

So, parents…semoga artikel ini bisa memberikan pencerahan. Jangan lagi ya membentak anak-anak.

Baca juga : Tips Mencegah Asam Lambung Kambuh Lagi

Ada pertanyaan ? Silakan tulis komentar..