Ada Benjolan Di Mulut Vagina, Apa Penyebabnya ?

Ada Benjolan Di Mulut Vagina, Apa Penyebabnya ?

posted in: Info Kesehatan | 0

Saat menemukan adanya benjolan di mulut vagina sudah pasti reaksi pertama ialah panik. Jangan-jangan itu tumor atau malah kanker, karena memang itulah yang sering sekali diberitakan.

Sebenarnya benjolan di vagina sangatlah umum, terutama selama masa subur atau saat umur semakin bertambah.

Hanya saja mungkin kebanyakan wanita tidak mengetahui informasi yang lengkap tentang kesehatan reproduksinya.

Artikel ini ditujukan untuk wanita yang ingin memastikan apakah benjolan yang mereka punya itu berdampak serius atau tidak.

Namun, ini bukan sebagai pengganti saran dari dokter, hanya bersifat informasi saja. Untuk lebih lengkapnya anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter anda.

Apa Sajakah Penyebab Benjolan Di Vagina ?

Benjolan di vagina anda bisa jadi gejala normal atau bisa juga menjadi kondisi yang memang memerlukan pengobatan.

Untuk memastikan semua itu anda harus mengetahui apa saja yang bisa menjadi sebab munculnya benjolan tersebut.

Coba perhatikan 8 hal berikut ini, siapa tahu salah satunya merupakan penyebab benjolan yang anda miliki :

1. Kista Pada Vulva

Vulva adalah bagian terluar dari vagina yang meliputi bibir vagina, klitoris serta kulit jaringan yang menutupi tulang kemaluan.

Pada vulva terdapat sejumlah kelenjar diantaranya kelenjar minyak, bartolin dan skene. Kista mungkin saja terbentuk jika salah satu dari kelenjar tersebut tersumbat.

Benjolan di vulva dimungkinkan terjadi akibat beberapa macam kista seperti :

  • Kista Sebasea. yaitu kista yang terjadi akibat adanya sumbatan pada kelenjar minyak atau folikel rambut dapat terjadi disertai infeksi.
  • Kista Bartolin. Yaitu kista yang terbentuk akibat penyumbatan kelenjar bartholin, kelenjar yang memproduksi lendir pada vagina ketika berhubungan seksual.
  • Kista skene. Kista pada kelenjar skene yang terletak di kedua sisi uretra wanita. Kelenjar skene merupakan kelenjar yang menghasilkan cairan saat wanita orgasme

Ukuran dari kistanya mungkin akan bervariasi, kebanyakan biasanya kecil tapi terasa keras. Meski begitu, kista ini tidak menimbulkan nyeri sama sekali kecuali terkena infeksi.

2. Kista Vagina

Memang ada beberapa jenis kista di vagina. Kista yang dimaksud disini ialah kista yang tumbuh pada dinding vagina biasanya seukuran kacang atau bahkan lebih kecil.

Kista vagina umumnya terjadi akibat dari cedera pada vagina dan terkadang juga muncul setelah melahirkan.

Kista vagina juga tidak menimbulkan nyeri, mereka tidak memerlukan penanganan kecuali memang kerap menimbulkan rasa tidak nyaman terutama saat berhubungan seksual.

3. Varises

Varises adalah pembengkakan pembuluh darah yang dapat juga muncul di vulva. Namun kasusnya cukup jarang diperkirakan hanya sekitar 10% ditemukan pada saat kehamilan atau penuaan.

Ciri dari varises ialah tonjolan urat agak kebiruan dan berkelok yang tampak pada labia majora dan minora. Anda mungkin tidak akan merasakan nyeri tapi terkadang merasa berat, gatal atau pendarahan.

4. Infeksi Folikel Rambut (Foliculitis)

Mencukur, wax atau mencabut bulu kemaluan dapat meningkatkan risiko infeksi pada folikel rambut kemaluan yang dapat memicu benjolan seperti bisul.

Bisul mungkin berisi nanah dan kulit disekitar benjolan berubak menjadi lebih gelap. Jangan sekali-kali memencet bisul ini karena bisa meicu infeksi lebih parah.

Kebanyakan bisul ini akan hilang sendirinya tanpa pengobatan, namun segera hubungi dokter jika ternyata benjolannya semakin meradang.

5. Herpes Kelamin

Herpes kelamin adalah salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan virus herpes simpleks yang dapat menular melalui hubungan seksual, anal ataupun oral.

Ciri utama dari penyakit ini ialah munculnya binyil-bintil berair yang berkelompok hanya pada satu sisi saja. Ciri lainnya, anda munkin akan mengalami berbagai gejala seperti :

  • Demam
  • pembengkakan kelenjar disekitar selangkangan
  • Rasa nyeri di bagian kemaluan dan kaki
  • Gatal dan tidak nyaman di kemaluan
  • Dan luka jika bintil-bintil berairnya pecah

6. Kutil Kelamin

Condiloma atau kutil kelamin juga bisa jadi penyebab munculnya benjolan di bibir vagina. Penyakit ini disebabkan oleh penularan virus human papiloma atau HPV.

Seperti kebanyakan infeksi seksual, HPV menyebar melalui hubungan seks baik melalui vagina atau anal. Sangat jarang penularan diakibatkan oleh oral.

Penyakit kutil kelamin memiliki gejala :

  • Benjolan kulit seperti kutil yang berkelompok
  • Ketika kutil mulai berkembang dan berdekatan akan tampak seperti bunga kol
  • Rasa gatal dan seperti terbakar di kemaluan

Perlu diwaspadai karena beberapa jenis HPV dapat memicu kanker serviks. Jika anda memiliki gejala seperti di atas, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui jenis HPV nya.

7. Kanker Vulva

Kanker ini termasuk jarang terjadi dan lebih sering menyerang wanita lebih tua dan merokok. Wanita akan lebih beresiko jika ternyata terinfeksi HPV.

Gejala awal dari kanker vulva meliputi :

  • Luka atau benjolan yang tumbuh di bagian vulva
  • Warna kulit vulva yang lebih terang atau gelap daripada kulit disekitarnya
  • Kulit yang menebal di area vulva
  • gatal, rasa terbakar atau nyeri
  • Luka yang tidak kunjung sembuh selama berminggu-minggu
  • Pendarahan ataupun keputihan yang tak biasa

8. Lipoma

Benjolan di vagina bisa diakibatkan lipoma yaitu deposit jaringan lemak dibawah permukaan kulit yang menyebabkan benjolan.

Lipoma juga tidak membahayakan dan ukurannya cenderung tetap dan tidak tumbuh. Umumnya lipoma ditangani dengan operasi kecil untuk mengeluarkan jaringan lemaknya.

Bagaimana Mendiagnosis Penyebab Benjolannya ?

benjolan di vagina
benjolan vagina

Cara yang paling tepat untuk mengetahui penyebab pasti dari benjolan di vagina yaitu dengan melakukan pemeriksaan organ panggul secara rutin.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin dapat merasakan adanya masa di dinding vagina. Dokter juga mungkin akan menganalisa riwayat kesehatan anda dan menanyakan jika ada gejala-gejala yang anda alami.

Papa praktiknya, beberapa tes tambahan akan dilakukan untuk menemukan kondisi tertentu, tes tersebut diantaranya :

  • Biopsi, yaitu dengan mengambil sampel jaringan dari benjolan untuk diteliti apakah ada kemungkinan kanker atau bukan
  • Tes cairan sekret dari vagina atau serviks untuk mengetahui kehadiran infeksi menular seksual
  • Sinar X untuk benjolan yang berada di bawah kandung kemih atau uretra

Pengobatan Benjolan Di Vagina

Benjolan di vagina seringnya tidak memerlukan pengobatan. Tapi jika memang dibutuhkan, pengobatannya akan sangat bergantung pada penyebabnya.

Benjolan vagina harus di monitor perkembangannya saat pemeriksaan rutin. Jika benjolannya mengalami pembesaran atau menimbulkan gejala parah operasi mungkin diperlukan.

Jika benjolannya menyebabkan infeksi atau abses biasanya akan diresepkan antibiotik tertentu.

Meski begitu, kebanyakan benjolan vagina dapat di tangani sendiri di rumah. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dicoba untuk mengurangi gejalanya :

  • Jika memiliki kista di vulva, berendamlah beberapa kali dalam air hangat selama beberapa hari. Ini akan membantu mengempeskan kistanya.
  • Hindari juga pakaian yang dapat menggesek vulva anda
  • Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan menyerap seperti katun untuk menjaga sirkulasi udara.
  • Untuk penyebab lain yang lebih serius seperti herpes, kondiloma dan kanker sebaiknya diskusikan dengan dokter mengenai pengobatan yang cocok dengan kondisi anda.

Ada pertanyaan ? Silakan tulis komentar..