Berapa Lama Luka Bekas Operasi Caesar  Sembuh Total ?

Berapa Lama Luka Bekas Operasi Caesar Sembuh Total ?

posted in: Info Kesehatan | 0

Operasi Caesar adalah alternatif melahirkan yang dilakukan melalui pembedahan perut dan juga rahim wanita.

Biasanya cara ini dilakukan oleh mereka yang tidak ingin merasakan sakit ketika melahirkan secara normal.

Operasi Caesar juga bisa dilakukan karena alasan tertentu yang menyebabkan wanita tidak bisa melahirkan secara normal.

Alasan-alasan tersebut seperti misalnya :

  • Masalah kesehatan pada ibu
  • Mengandung lebih dari satu janin
  • Ukuran atau posisi bayi dalam rahim
  • Ancaman kesehatan pada bayi
  • Dan sebagainya.

Sebenarnya operasi Caesar relatif aman untuk ibu dan bayi. Tapi, mengingat ini termasuk operasi besar tentu syarat akan berbagai resiko.

Salah satunya ialah proses penyembuhan luka yang cenderung lebih lama dari luka melahirkan secara normal.

Selain itu, jika perawatannya tidak benar, lukanya akan rentan terhadap infeksi. Efek buruknya ialah pemulihan luka pasca operasinya akan semakin lama lagi.

Berapa Lama Bekas Operasinya Akan Sembuh ?

Operasi Caesar tidak hanya menyayat lapisan kulit bagian atas akan tetapi juga kulit bagian dalam termasuk juga dengan rahim wanita.

Normalnya luka pada kulit akan sembuh sekitar 5-10 hari. Sedangkan pada kulit dalam dan otot rahim dapat memakan waktu hingga 12 minggu untuk sembuh secara total.

Mengenai kapan anda bisa memulai aktifitas seperti biasanya ialah kurang lebih 2-3 minggu setelah Caesar.

Jika anda merasa sudah sehat, anda bisa memulai melakukan olahraga ringan seperti berjalan cepat, berenang dan juga mengangkat beban ringan.

Meski begitu, sebaiknya anda jangan terlalu banyak beraktifitas yang berat karena dikhawatirkan akan membuat luka jahitan kembali terbuka dan mengundang infeksi.

Baca Juga : Penyebab Kehamilan Etopik

Resiko dan Komplikasi Setelah Operasi Caesar

Operasi Caesar memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan melahirkan secara normal.

Resiko besar yang paling umum setelah operasi Caesar ialah muncunculnya berbagai komplikasi seperti :

  • Infeksi
  • Kehilangan banyak darah
  • Pembekuan darah di kaki atau paru-paru
  • Mual muntah serta sakit kepala hebat terkait dengan anestesi dan pembedahan perut
  • Masalah pencernaan seperti konstipasi atau gerakan usus melambat sehingga BAB tidak rutin
  • Cedera pada organ lain seperti kandung kemih yang bisa saja terjadi saat operasi

Apa Perawatan Yang Bisa Dilakukan Selama Masa Penyembuhan ?

Selama masa penyembuhan anda bisa melakukan hal-hal berikut untuk membantu mempercepat pemulihan luka pasca operasi. Diantaranya :

1. Minum Obat Penurun Rasa Nyeri

Adalah normal merasakan sakit atau nyeri setelah operasi caesar karena ada bagian tubuh yang disayat. Dokter biasanya akan meresepkan obat anti-inflamasi seperti ibuprofen dan anti nyeri.

2. Makananan Mengandung Probiotik

Antibiotik yang diminum selama proses penyembuhan sering kali berdampak pada menurunnya bakteri baik dalam tubuh.

Salah satu cara mengatasinya ialah dengan konsumsi makanan probiotik seperti yogurt, tempe dan lainnya. Akan lebih baik dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda.

3. Perbanyak Istirahat

Tubuh anda akan membutuhkan wktu untuk pulih setelah operasi besar. Sebaiknya beristirahatlah antara 3 sampai 5 hari di rumah sakit setelah operasi.

Ini mungkin akan sulit bagi anda, karena harus mengurus bayi anda. Sempatkan beristirahat ketika bayi anda tidur.

Atau meminta anggota keluarga untuk sekedar mengganti popok bisa menjadi alternatif agar anda bisa beristirahat.

4. Jaga Luka Agar Tetap Kering

Ini sangatlah penting mengingat perawatan luka yang salah akan berdampak pada infeksi.

Biasanya luka baru akan ditutupi dengan plester khusus dan akan mengelupas dengan sendirinya.

Jagalah luka anda agar tetap kering terutama setelah anda mandi, karena luka yang lembab dan basah bisa mengundang bakteri dan rentan terhadap infeksi.

5. Lakukan Gerakan Ringan

Setelah anda mulai bisa beraktifitas, mulailah lakukan gerakan ringan seperti berjalan kaki singkat mengitari rumah anda.

Berjalan akan menigkatkan sirkulasi darah dan dapat menurunkan resiko pembekuan darah serta membantu fungsi metabolisme tubuh terutama pergerakan usus.

6. Fokus Pada Nutrisi Makanan yang Baik

Nutrisi yang baik setelah melahirkan adalah sama pentingnya seperti nutrisi ketika anda mengandung.

Makan makanan yang bervairasi selain dapat menjaga bayi anda tetap sehat tetapi juga dapat membuat anda lebih kuat.

Peneliti menunjukkan bahwa makan sayuran pada masa menyusui sangat mempengaruhi rasa dari ASI, yang justru dapat membuat bayi anda lebih lahap minum ASI.

7. Atasi Sembelit

Kondisi hormon pasca melahirkan ditambah dengan konsumsi pereda nyeri seringkali menimbulkan masalah baru yaitu sembelit.

Pada wanita pasca melahirkan sembelit adalah hal yang umum terjadi.

Makan makanan kaya serat  dan minum cukup air putih dapat membantu mengurangi gejala sembelit.

Atau anda juga bisa meminta resep dari dokter untuk mengatasi sembelit jika ternyata cara diatas tidak membantu.

Disarankan : Mengatasi Sembelit Setelah Melahirkan

8. Kenakan Pakaian Longgar dan Hindari Stagen

Pakaian yang ketat dapat menimbulkan gesekan pada luka caesar sehingga memungkinkan terjadi iritasi dan luka tetap basah.

Sebaiknya gunakanlah pakaian yang longgar serta berbahan menyerap keringat untuk menghindari iritasi.

Hindari juga pengunaan stagen karena dapat menekan luka operasi yang justru berbahaya. Penggunaan stagen juga dapat membuat otot perut melemah seiring waktu.

9. Posisi Saat Menyusui

Buatlah posisi senyaman mungkin ketika anda menyusui. Anda bisa mencoba posisi yang berbeda saat menyusui untuk melindungi luka anda.

Tempatkan bantal dipangkuan anda untuk mensuport bayi anda ketika menyusui. Atau anda juga bisa menyusui dengan posisi menyamping.

Kapan Butuh Pertolongan Dokter ?

Anda mungkin akan merasakan nyeri pada bekas sayatan dan juga sangat mungkin mengalami pendarahan ringan serta keputihan. Itu sangatlah normal.

Akan tetapi jika anda mengalami beberapa gejala seperti berikut sebaiknya segera hubungi dokter karena mungkin ini merupakan gejala infeksi.

  • Kulit kemerahan, membengkak atau keluar nanah dari luka
  • Rasa nyeri disekeliling luka
  • Demam diatas 39 derajat
  • Keputihan dengan bau tidak sedap
  • Pendarahan hebat di vagina
  • Bengkak dan kemerahan di kaki
  • Kesulitan bernafas dan sesak
  • Nyeri dada
  • Nyeri di payudara

Ada pertanyaan ? Silakan tulis komentar..