4 Macam Kelainan Sperma Yang Sering Dialami Pria

4 Macam Kelainan Sperma Yang Sering Dialami Pria

posted in: Info Kesehatan | 0

Memiliki keturunan terutama setelah usia pernikahan yang cukup lama memang merupakan dambaan setiap pasangan. Namun faktanya tidak semua orang bisa beruntung mendapat kesempatan yang membahagiakan tersebut dalam hidupnya.

Sulitnya mendapat keturunan sangat mungkin terjadi karena faktor kurangnya kesuburan yang dialami baik oleh sang suami maupun istri bahkan bisa juga dari keduanya.

Salah satu masalah yang berasal dari suami atau pria ialah adanya masalah pada sperma, baik dari jumlah, kualitas, kecepatan gerak maupun bentuk atau morfologi dari sel spermanya.

Seperti yang kita tahu bahwa sel sperma merupakan faktor penting untuk terjadinya pembuahan sel telur wanita. Namun, tidak semua pria memiliki sperma yang bagus dalam artian tidak subur.

Berdasarkan statistik, diketahui bahwa 40% kemandulan berasal dari kaum pria, dan jumlahnya mungkin bisa meningkat akibat berbagai faktor resiko seperti gaya hidup, usia, stress, merokok dan juga alkoholisme.

Untuk itu, sebaiknya lakukan pemeriksaan atau tes guna mengetahui apakah kondisi sperma anda baik atau tidak sebelum merencanakan kehamilan dengan pasangan.

Macam-Macam Kelainan Sperma Pria

Kelainan atau gangguan pada sperma berarti menandakan adanya masalah pada sperma diluar kondisi normal. Sperma dikatakan normal jika memiliki struktur dan juga jumlah yang cukup pada satu kali ejakulasi.

Setidaknya dikenal ada 4 gangguan umum pada sperma pria yang harus diketahui, diantaranya adalah :

1. Azoospermia

Azoospermia dimaksudkan ketika dalam cairan ejakulasi (air mani) tidak ditemukan sel spermatozoa. Perlu diketahui bahwa air mani terdiri dari cairan semen dan juga sel spermatozoa. Cairan semen adalah cairan bening yang menjadi media untuk sel sperma saat menuju sel telur wanita. Sedangkan sel sperma sendiri ialah benih yang diperlukan untuk membuahi sel telur wanita.

Jadi bisa dibedakan antara cairan semen dan sel sperma dalam kasus Azoospermia ini. Ejakulasi masih bisa mengeluarkan air mani tapi tidak ada benihnya sehingga wanita sulit mengalami kehamilan.

Azoospermia timbul akibat berbagai hal, diantaranya bisa jadi karena memang testis tidak bisa memproduksi sel sperma atau bisa juga karena ada saluran sperma yang tersumbat yang menyebabkan sel sperma tidak terkandung dalam air mani.

Untuk mengetahui penyebab sebenarnya maka diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. Jika memang Azoospermia terjadi karena ada saluran sperma yang tersumbat,kehamilan masih bisa diusahakan dengan membersihkan sumbatan tersebut.

Namun jika ternyata Azoospermia disebabkan oleh kelainan bawaan pada testis sehingga tidak bisa memproduksi sel sperma, penanganannya akan menjadi lebih sulit dan kemungkinan kehamilan lebih kecil.

2. Oligospermia

oligospermia
oligospermia

Berbeda dengan Azoospermia, pria yang mengalami Oligospermia masih memiliki sel sperma dalam air mani, hanya saja jumlahnya lebih rendah dari pria yang memiliki sperma dalam jumlah normal. Untuk dikatakan normal, dalam 1 mililiter air mani harus memiliki sekiranya 20 juta sel sperma. Hal ini mengacu pada ukuran yang ditetapkan oleh WHO pada tahun 1999.

Beberapa tahun kemudian tepatnya tahun  WHO kembali menetapkan bahwa jika pria memiliki sebanyak 15 juta sel sperma dalam setiap mililiternya termasuk kategori tidak normal.

Ada 3 jenis klasifikasi Oligospermia dilihat dari jumlah sel sperma yang terkandung, yaitu :

  • Oligospermia ringan. Ketika terdapat sekitar 10-20 juta sel /ml air mani
  • Oligospermia sedang. Ketika kandungan sel sperma berkisar 5-10 juta/ml
  • Oligospermia parah. jumlah sel sperma antara 0-5 juta/ml

Oligospermia dapat terjadi karena faktor seperti karena adanya gangguan pada penyaluran sel sperma akibat kondisi tertentu seperti trauma pada testis akibat adanya benturan atau pernah melakukan operasi sebelumnya. Ini sebagai efek dari bekas luka operasi pada saluran sperma yang menmpersempit salurannya.

Selain karena adanya penyempitan saluran, sedikitnya jumlah sel sperma juga dipengaruhi faktor lain seperti gaya hidup tidak sehat, merokok, kelebihan berat badan, varikokel, dan juga kekurangan nutrisi makanan.

Bahkan hal yang sering dianggap sepele seperti sering berendam air hangat, memakai celana dalam terlalu ketat dan meletakkan laptop di paha juga disebutkan bisa ikut memicu Oligospermia.

Meski demikian, tidak semua pria dengan Oligospermia bisa dikatakan tidak subur, karena banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembuahan, seperti kecepatan dan morfologi spermanya. Terkadang pria dengan oligospermia memiliki kualitas sel sperma yang baik dan bisa membuahi sel telur.

3. Asthenospermia

Asthenospermia
Asthenospermia

Dikenal juga dengan nama Asthenozoospermia, yaitu kondisi dimana sel sperma dikatakan memiliki jumlah yang normal akan tetapi pergerakannya tidak cepat.

Pergerakan atau motilitas sperma juga jadi faktor penentu terjadinya pembuahan, karena sperma hanya bisa bertahan hidup dalam waktu singkat. Oleh karenanya sel sperma harus memiliki gerakan yang cepat dan gesit untuk mencapai sel telur.

Dari berjuta-juta sel yang dihasilkan ketika ejakulasi hanya sebagian kecil yang bergerak dengan cepat dan lurus , sementara sebagian besar lainnya memiliki gerakan lambat, berkelok-kelok atau bahkan tidak bergerak sama sekali. Jika jumlah sel sperma yang bergerak cepat memiliki jumlah kurang dari 50%, maka sudah termasuk ke dalam Asthenospermia.

Pergerakan atau motilitas sperma memiliki grade atau tingkatan tersendiri. WHO mengklasifikasikannya menjadi progresif A – D.

  • Progresif A menandakan sel sperma yang bergerak dengan cepat dan maju lurus ke depan
  • Progresif B, sel sperma bergerak ke depan tapi terkadang berbelok-belok sehingga menyebabkan pergerakan yang lambat
  • Progresif C, sel sperma hidup dan menggerakkan ekornya tetapi diam di tempat dan tidak maju ataupun mundur sedikitpun
  • Progresif D, yaitu ketika sel sperma tidak bergerak sama sekali baik ekor maupun badan, dalam arti mati.

Faktor rendahnya sel sperma yang bergerak cepat bisa disebabkan karena bentuk atau morfologinya. Sperma yang bagus memiliki kepala yang lonjong, tubuh dan juga ekor yang lurus. Sementara bentuk sperma kurang bagus biasanya ada kelainan seperti kepala terlalu besar/ kecil, ekor bercabang dan atau ekor lebih pendek.

4. Teratospermia

Teratospermia
Teratospermia

Teratospermia masalah utamanya terletak pada kelainan bentuk dan juga ukuran sel sperma. Penyebabnya belum diketahui secara pasti sehingga pengobatan untuk Teratospermia seringkali tidak berhasil.

Teratospermia sangat berpengaruh besar pada kesuburan pria, karena jumlah sel sperma yang abnormal lebih banyak daripada sel yang bentuknya normal.

Setidaknya untuk memperoleh keberhasilan kehamilan, sekurang-kurangnya 50% dari seluruh sel sperma harus memiliki bentuk yang normal, dibawah nilai itu sudah dikatakan teratospermia, dalam arti semakin sedikit sperma yang bentuknya normal maka peluang kehamilan sangat kecil.

Untuk menyiasatinya, jika ingin mendapatkan keturunan bisa dilakuka secara In vitro atau program bayi tabung. Tapi kemungkinan keberhasilan kecil dan juga biayanya yang cukup mahal.

Jenis Gangguan Sperma Lainnya

Terkadang kasus kelainan sperma tidak muncul hanya satu kelainan saja, tapi bisa merupakan gabungan dari dua atau lebih. Kasus yang sering terjadi diantaranya ;

  • Oligoasthenozoospermia

Yaitu gangguan yang terjadi akibat jumlah sel sperma lebih sedikit dan juga pergerakannya yang lambat. Gangguan ini disebabkan dari gabungan Oligospermia dan juga Asthenospermia.

  • Oligoteratozoospermia

Kondisi ini terjadi saat produksi sel sperma sangat kurang, baik dari jumlah dan juga kualitasnya. Sering disarankan untuk bayi tabung tapi tergantung tingkat keparahannya.

  • Oligoasthenoteratozoospermia (OAT)

Oligoasthenoteratozoospermia atau OAT adalah kondisi yang mencakup oligospermia (jumlah sperma sedikit/kurang), asthenospermia (sperma lemah/tidak gesit), dan teratospermia (bentuk sperma abnormal). Jadi selain memiliki sel sperma yang sedikit, kecepatan dan bentuk selnya juga kurang baik.

 

Ada pertanyaan ? Silakan tulis komentar..