Keputihan Saat Hamil, Bahayakah Bagi Ibu dan Janin ?

Keputihan Saat Hamil, Bahayakah Bagi Ibu dan Janin ?

posted in: Info Kesehatan | 0

Ketika wanita memasuki masa kehamilan, berbagai macam perubahan akan terjadi pada tubuhnya.

Salah satu perubahan yang mungkin dialami adalah keputihan yang datang pada trimester awal. Tak sedikit juga diantaranya ada yang menemukan bercak darah, hingga tak heran seringkali timbul kekhawatiran tertentu.

Karena itulah sangat penting rasanya untuk mengetahui apa saja yang dianggap hal normal selama kehamilan begitupun juga hal-hal yang membahayakan.

Artikel ini hanya sekedar memberi sedikit informasi mengenai kondisi tersebut dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat dokter.

Semoga saja bisa membantu…


Normalkah Keputihan Saat Hamil ?

Mengalami keputihan saat hamil memang cukup umum terjadi. Kondisi ini sering disebut juga dengan Leukorrhea yaitu cairan putih bening baik yang tak berbau maupun berbau ringan yang keluar lebih banyak ketika hamil.

Seperti disebutkan di atas tadi, saat kehamilan wanita mengalami banyak perubahan. Contohnya saja terjadi peningkatan produksi hormon esterogen dan juga banyaknya darah yang mengalir ke vagina.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan cairan keputihan keluar. Cairan keputihan ini berasal dari sekresi serviks dan vagina, sel-sel mati dinding vagina serta bakteri flora normal dari vagina

Pada masa paling awal kehamilan, sekresi serviks memenuhi saluran rahim dan membentuk lapisan pelindung yang disebut lapisan lendir.

Ketika serviks mulai menipis dan melebar maka kemungkinan cairan lendir ini akan keluar, yang tampak seperti cairan putih telur.

Terkadang juga cairan disertai dengan gumpalan-gumpalan seperti agar-agar dan terdapat sedikit bercak darah.

Namun sekali lagi jangan khawatir, ini termasuk normal, biasanya karena pendarahan implantasi (sel telur yang dibuahi masuk ke lapisan rahim) dan juga peningkatan aliran darah ke sekitar vagina.

Hindarkan pikiran-pikiran negatif dari kepala Anda tentang keguguran. Jika hanya sedikit bercak darah saja yang keluar bukan berarti anda keguguran.

Akan tetapi jika anda merasa ragu ataupun khawatir, berkonsultasi dengan dokter atau bidan merupakan pilihan yang tepat.

Seperti Apa Keputihan Yang Berbahaya Saat Hamil ?

Jika ternyata cairan keputihan yang keluar saat hamil dirasa tidak normal seperti warna yang berubah, bau yang tidak sedap serta menimbulkan ketidaknyamanan tertentu, disinilah anda harus mulai waspada karena bisa menjadi pertanda keberadaan infeksi tertentu.

Segeralah kunjungi dokter terdekat jika anda memiliki gejala keputihan tidak normal seperti berikut :

  • Cairan keputihan tidak berbau, berwarna putih susu dan menimbulkan ketidaknyamanan seperti nyeri saat berkemih atau berhubungan, gatal atau rasa terbakar serta pembengkakan bibir vagina menandakan infeksi jamur telah menjangkiti anda
  • Warna keputihan agak keabuan dengan bau amis dan rasa perih ketika berkemih ini merupakan gejala dari infeksi bakteri
  • Jika mendapati cairan keputihan yang berwarna kuning kehijauan serta berbusa dengan bau tidak sedap, bisa dikatakan sebagi ciri infeksi trikomoniasis yang menular lewat hubungan seksual. Gejala lainnya seperti bibir vagina kemerahan, gatal, iritasi dan sakit saat kencing.
  • Cairan keputihan yang berbau busuk, berbusa dan berwarna kuning,hijau atau abu-abu, kemungkinan disebabkan karena infeksi menular seksual seperti Gonore dan Klamidia.

Baca juga : Macam-macam Keputihan Abnormal

Mengobati Keputihan Abnormal Saat Hamil

Jika Anda berpikir keputihan disebabkan karena adanya infeksi, jangan mencoba untuk mengobatinya sendiri dengan obat-obatan antibiotik.

Gejala tidak selalu mudah untuk dibedakan, jadi penting untuk berkonultasi dahulu dengan dokter Anda untuk diagnosis dan memastikan Anda mendapatkan pengobatan yang tepat. Karena jika salah diobati tentu resikonya akan berbahaya bagi janin yang dikandung.

Bergantung pada gejalanya, Anda juga mungkin menderita iritasi seperti sariawan pada vagina. Anda harus mendapatkan perawatan sesegera mungkin, karena beberapa infeksi vagina terkait dengan risiko keguguran yang lebih tinggi, atau memiliki bayi yang prematur .

Temui dokter Anda jika cairan yang keluar  agak kecoklatan. Ini memungkinkan Anda mengalami bercak atau pendarahan ringan. Hal ini cukup biasa terjadi pada awal kehamilan, namun perlu juga mendapat perhatian.

Bagaimana Mencegah Keputihan Abnormal Saat Hamil ?

Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan sebagai pencegahan untuk menghindari munculnya keputihan tidak normal ketika hamil, diantaranya :

  • Jagalah kebersihan vagina anda dengan membasuhnya secara teratur dengan sabun yang lembut dan air hangat
  • Jangan pernah menggunakan sabun wangi, produk pembersih vagina ataupun parfum pewangi
  • Setelah berkemih basuh kemaluan ¬†dari depan kebelakang untuk mencegah bakteri masuk
  • Pakailah celana dalam yang dapat menyerap cairan serta hindari celana yang terlalu ketat
  • Hindari juga aktivitas yang dapat mengganggu kestabilan flora vagina seperti misalnya douching

Ada pertanyaan ? Silakan tulis komentar..