Leukosit Rendah : Penyebab, Gejala Dan Cara Mengatasinya

Leukosit Rendah : Penyebab, Gejala Dan Cara Mengatasinya

posted in: Info Kesehatan | 0
Bagikan :

Leukosit atau yang disebut juga sel darah putih merupakan salah satu komponen darah yang memiliki fungsi sangat penting bagi sistem kekebalan tubuh manusia.

Darah putih akan membantu mempertahankan tubuh dengan melawan infeksi, penyakit, alergi, maupun benda asing yang masuk ke tubuh.

Jumlah leukosit akan bebeda pada setiap orang tergantung tingkatan usianya. Bayi yang baru lahir memiliki leukosit sekitar 9000 – 30.000 /mm3, pada balita atau anak-anak berkisar antara 9000 – 12.000/mm3 sedangkan pada orang dewasa yang sehat biasanya memiliki 4500-11000 leukosit/ mm3 darah.

Jumlah ini tidak selalu tetap karena terkadang mengalami penurunan maupun kenaikan. Darah putih cenderung berkurang ketika kita beristirahat dan akan meningkat jumlahnya ketika kita beraktifitas. Ini termasuk normal.

Namun adakalanya sel darah putih turun sangat drastis secara tiba-tiba sehingga mengakibatkan tubuh kekurangan sel darah putih. Kondisi ini dikenal dengan sebutan Leukositopenia atau Leukopenia.

Leukopenia yang parah bisa menandakan keberadaan penyakit serius seperti HIV/AIDS, sehingga sangat penting untuk mencari tahu penyebab penurunannya.

Dalam artikel ini akan dibahas secara lenkap mengenai penyebab leukopenia, gejalanya tak lupa juga dengan cara mengatasinya.

Fungsi Leukosit Berdasarkan Jenisnya

Lima Jenis Sel Darah Putih
Lima Jenis Sel Darah Putih

Leukosit memang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia.

Namun tahukah anda, ternyata leukosit terbagi menjadi beberapa jenis serta fungsi yang berbeda-beda.

Jenis-jenis atau macam sel darah putih ( leukosit ) yakni neutrofil, monosit, basofil, eosinofil dan limfosit, sementara fungsinya antar lain sebagai berikut :

  • Neutrofil. Jenis ini  biasanya terdapat antara 50-70% dalam aliran darah. Fungsi utamanya ialah melawan infeksi, khususnya infeksi bakteri dan infeksi jamur.
  • Limfosit, terdapat 20-40% dalam darah dan berada disekitar kelenjar getah bening atau limpa. Fungsinya sebagai pembentuk antibodi dan membunuh sel abnormal seperti sel kanker
  • Monosit. Hanya terdapat 1-10% saja di aliran darah. Monosit berfungsi mendeteksi infeksi serta membunuh penyebabnya terutama bakteri
  • Esinofil. Jumlahnya termasuk kecil kira-kira 1-4% saja. Berperan untuk mempertahankan tubuh dari infeksi parasit serta beberapa jenis reaksi alergi
  • Basofil. Memiliki jumlah kurang dari 1-2%. Basofil memiliki reseptor permukaan yang mengikat sejenis antibodi yang bertanggung jawab untuk memicu reaksi alergi.

Penyebab Sel Darah Putih Rendah

Leukosit diproduksi dalam sumsum tulang belakang. Ketika kita sakit produksi leukosit akan meningkat sebagai respon dari sakitnya terutama jika dikarenakan infeksi virus atau bakteri.

Biasanya ketika melawan infeksi akan banyak sel darah putih yang mati sedangakan produksi darah putih sendiri cenderung melambat akibat serangan virus atau bakteri tadi. Akibat inilah kita akan kekurangan darah putih.

Pada penderita HIV/AIDS jumlah sel darah putihnya cenderung menurun tajam dari waktu ke waktu sehingga daya tahan tubuhnya juga ikut menurun.

Selain karena infeksi, kekurangan darah putih juga bisa diakibatkan oleh kondisi lainnya seperti :

  • Penyakit Autoimun

Autoimun merupakan kondisi dimana terjadi kelainan pada sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel tubuh sendiri. Penyakit autoimun seperti lupus atau rematik dapart mempengaruhi sumsum tulang belakang sehingga produksi darah putih terganggu.

  • Kerusakan Sumsum tulang belakang

Hal ini bisa saja disebabkan oleh paparan racun ataupun zat kimia tertentu yang berdampak negatif pada penurunan produksi baik sel darah putih maupun darah merah.

  • Pengobatan Tertentu

Efek samping dari beberapa obat-obatan seperti antibiotik atau obat diuretik nyatanya juga bisa berdampak pada penurunan sel darah putih. Begitu juga dengan prosedur pengobatan seperti kemoterapi dan radiasi memiliki efek yang sama pada sel darah putih.

  • Anemia dan Kekurangan Gizi

Untuk menjalankan fungsinya memproduksi leukosit,  sumsum tulang belakang memerlukan nutrisi dan oksigen. Jika kita mengalami kekurangan nutrisi tertentu dapat menghambat produksi leukosit. Selain itu juga bisanya sel leukosit cenderung lebih cepat mati.

  • Kanker

Penyakit kanker seperti leukimia dapat menurunkan jumlah dan produksi leukosit secara signifikan. Bahkan dari waktu ke waktu jumlahnya akan semakin berkurang.

  • Kelainan Ginjal dan Hati

Gangguan hati dan ginjal semisal Hiperslenisme dapat mengurangi jumlah sel darah putih karena sel darah dihancurkan sebelum waktunya. Ini merupakan masalah serius terutama jika penghancuran darah lebih cepat daripada produksinya.

Ciri dan Gejala Leukosit Rendah

Ketika jumlah leukosit menurun biasanya tubuh akan mengalami gejala-gejala tertentu yang bersifat ringan maupun parah tergantung jumlah penurunannya.

Gejala-gejala yang akan timbul umumnya seperti berikut :

  • Anemia. Kekurangan darah merah sering terjadi bersamaan dengan kekurangan leukosit karena tidak ada pelindung yang cukup untuk darah merah. Akibatnya, penderita mengalami kelelahan, sesak, pucat serta sulit berkonsentrasi.
  • Luka lambung. Bakteri H.pylori pada dasarnya hidup dilambung setiap orang, namun biasanya masih bisa dikontrol. Seiring menurunnya darah putih sebagai sistem pertahanan, bakteri ini bisa saja berkembang pesat dan merusak dinding lambung
  • Rentan Infeksi. Ketika pertahanan tubuh menurun karena kekurangan sel darah putih, sejumlah infeksi akan lebih mudah terjadi mulai dari parasit, jamur, bakteri maupun infeksi virus.
  • Penyakit berulang. Rendahnya imun tubuh menjadikan beberapa penyakit sering kambuh atau berulang. Akan sanagat sulit sembuh mengingat pertahanan tubuh yang lemah.
  • Menstruasi lebih banyak dan lebih lama. Wanita dengan leukopenia mungkin mengalami pendarahan menstruasi yang lebih berat atau lebih lama, disertai gejala yang disebut metrorrhagia, dimana darah berasal dari rahim dan bukan akibat menstruasi.
  • Sepsis. Ini merupakan kensekwensi paling berbahaya dari leukopenia dimana terjadi serangkaian perubahan pada fungsi tubuh, sehingga terjadilah kerusakan berbagai sistem organ.

Pengobatan Untuk Leukosit Rendah

Meski memiliki kadar leukosit yang rendah bisa jadi membahayakan, kebanyakan masalah ini masih bisa disembuhkan. Dengan memperkuat sumsum darah serta mengatasi penyebabnya, kita bisa menormalkan kembali jumlah sel darah putih serta kekebalan tubuh.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengobatan leukopenia :

  • Perbaiki gizi makanan : Menjaga gizi makanan yang seimbang terutama makanan yang kaya vitamin seperti B12 atau folat berguna untuk menjaga sumsum tulang untuk memproduksi leukosit yang cukup. Ikan, susu, kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran hijau, dan tahu adalah contoh makanan yang mengandung B12 dan folat
  • Pilih obat-obatan yang tepat : Seperti diketahui bahwa obat tertentu dapat menyebabkan leukopenia. Jika anda sedang menjalani pengobatan penyakit sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda.
  • Pertimbangkan penggunaan steroid. Jika pengobatan melalui makanan tidak juga membantu, steroid mungkin bisa menjadi pilihan lain. Steroid dapat mempengaruhi sumsum tulang belakang untuk memproduksi leukosit lebih banyak.
  • Obat-obatan antibiotik. Meski sebagian besar antibiotik dapat menyebabkan leukopenia, namun perlu diingat bahwa tubuh anda memiliki pertahanan yang lemah sampai leukosit kembali normal. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik tertentu berkaitang dengan sakit yang anda alami.
  • Suplemen herbal. Anda bisa mengkonsumsi suplemen atau vitamin herbal yang bisa membantu memulihkan kondisi kekebalan tubuh dan merangsang produksi sel darah putih. Kami rekomendasikan produk herbal Ganoderma Plus Capsule untuk anda yang memiliki keluhan kekurangan leukosit darah.

Ada pertanyaan ? Silakan tulis komentar..