Penebalan Dinding Rahim

Penebalan Dinding Rahim : Gejala, Penyebab Dan Mengatasinya

posted in: Info Kesehatan | 0

Penebalan pada dinding rahim umumnya terjadi ketika masa ovulasi yaitu saat sel telur keluar dari indung telur wanita.

Dinding rahim yang menebal nantinya akan digunakan untuk tempat perkembangan sel telur jika terjadi pembuahan oleh sperma.

Namun, jika tidak ada pembuahan pada sel telur, secara alami dinding yang menebal akan luruh dalam bentuk darah kemudian menipis kembali. Inilah yang kita sebut dengan menstruasi.

Pada kenyataannya penebalan dinding rahim tidak selalu menunjukkan kondisi normal, karena terkadang dinding rahim terus menebal meski tidak terjadi pembuahan atau kehamilan.

Meski kebanyakan kondisi ini tidak membahayakan, tidak sedikit kasus penebalan rahim tidak normal juga bisa memicu pertumbuhan sel kanker pada rahim.

Ciri – ciri dan Gejala Dinding Rahim Menebal

Wanita yang mengalami penebalan rahim yang tidak normal umumnya mengalami gejala pendarahan yang tidak normal pula. Baik itu pada masa menstruasi maupun diluar masanya.

Lebih jelasnya mungkin muncul dalam gejala seperti berikut :

  • Pendarahan vagina antara periode menstruasi ataupun setelah menopause
  • Darah haid keluar lebih banyak daripada biasanya
  • Periode haid yang lebih panjang dan berat
  • Siklus haid lebih pendek kurang dari 21 hari
  • Merasa sakit atau tidak nyaman ketika berhubungan
  • Tidak mendapatkan haid sama sekali

Pendarahan hebat yang berlangsung lebih lama dapat memicu resiko kehilangan banyak darah yang mengakibatkan gejala anemia seperti mudah lelah, kulit pucat sering pusing berkunang-kunang dan sebagainya.

Baca Juga : Makanan Penambah Hb Darah

Penyebab Penebalan Dinding Rahim

Penebalan Dinding Rahim
Penebalan Dinding Rahim

Dinding rahim atau Endometrium adalah bagian dari sistem reproduksi wanita. Ini adalah lapisan sel yang melapisi rahim Anda.

Jika lapisan menjadi terlalu tebal, pertumbuhan berlebih bisa terjadi, yang menyebabkan pendarahan abnormal. Ini dikenal juga sebagai hiperplasia endometrium.

Apa yang menyebabkannya menebal tidak normal ?

Salah satu penyebabnya ialah karena ketidakseimbangan produksi hormon wanita baik itu estrogen maupun progesteron.

Kedua hormon ini berperan besar dalam siklus menstruasi. Produksinya yang tidak seimbang bisa memicu pertumbuhan sel yang tak normal.

Selain dari ketidakseimbangan produksi hormon, penebalan dinding rahim juga dapat dipengaruhi oleh terapi hormon esterogen yang tidak dibarengi dengan progesteron pada wanita menopause.

Dalam fungsinya Esterogen dapat mempengaruhi pertumbuhan sel-sel dinding rahim, sedangkan Progesteron berfungsi untuk peluruhan dinding sel.

Yang terjadi ketika esterogen terlalu tinggi ialah dinding rahim akan semakin menebal dan tidak kunjung meluruh karena ketidakhadiran progesteron yang cukup.

Tipe Penebalan Dinding Rahim

Penebalan dinding rahim didiagnosis pada kategori yang berbeda, yang didasarkan pada jumlah penebalan yang terlihat di kelenjar dan rasio sel endometrium terhadap sel stroma, dari endometrium sampai ke rahim. 

Secara umum penebalan dinding rahim terbagi menjadi 4 tipe, yaitu :

  • Simpleks : risiko sangat rendah terkena kanker (1 %)
  • Kompleks : 3-5 % risiko berkembang menjadi kanker endometrium
  • Simpleks atipikal : (perubahan sel atipikal) 8-10 % risiko kanker
  • Kompleks atipikal : 25-30 % berisiko menjadi kanker endometrium.

Siapa Yang Lebih Beresiko ?

Penebalan dinding rahim lebih sering terjadi pada wanita menopause dan perimenopause. Tetapi terkadang wanita yang baru mengalami menstruasi pertama kalinya juga bisa mendapatkannya.

Resiko lainnya :

  • Konsumsi obat-obatan pengganti esterogen seperti pil KB
  • Terapi hormon pengganti esterogen dalam dosis tinggi dan jangka waktu panjang
  • Wanita dengan haid tidak teratur, penderita PCOS dan infertil
  • Terlalu gemuk dan obesitas
  • Merokok
  • Belum pernah hamil
  • Riwayat kanker dari keluarga seperti kanker rahim, indung telur atau kanker usus

Cara Pencegahan Penebalan Dinding Rahim

Meski pada dasarnya hiperlasia endometrium tidak bisa dicegah, namun sangat penting bagi wanita untuk memiliki jadwal rutin untuk pemeriksaan organ-organ panggul ketika berusia 18 tahun atau sejak mulai aktif secara seksual.

Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan awal terhadap berbagai kemungkinan kelainan pada organ panggul seperti penebalan dinding rahim.

pencegahan lain yang bisa dilakukan seperti berikut :

  • Jika sedang melakukan terapi hormon pengganti estrogen sebaiknya juga diimbangi dengan terapi progesteron
  • Menurunkun beberpa kilo berat badan jika dirasa memiliki kelebihan berat badan
  • Latihan rutin juga bisa menekan resiko penebalan rahim
  • Makan makanan yang sehat dan hindari makanan tinggi lemak

Cara Mengatasi Penebalan Dinding Rahim

Mengatasi rahim yang menebal sangat tergantung pada jenis atau tipe penebalan itu sendiri.

Ada berbagai cara pengobatan yang bisa dilakukan, diantaranya :

  1. Tindakan kuratase yaitu mengerok dinding rahim, selain untuk menegakkan diagnosa ini juga sekaligus sebagai terapi untuk menghentikan perdarahan. Tentnya cara ini memiliki resiko tertentu meski tidak semua wanita mengalaminya.
  2. Untuk penebalan yang diakibatkan karena ketidakseimbangan hormon, dokter biasanya akan meresepkan progestin yaitu obat pengganti progesteron dalam bentuk pil, suntikan, maupun alat yang dimasukkan ke rahim.. Namun perlu diketahui kemungkinan efek samping yang bisa terjadi, di antaranya mual, muntah, pusing, dan sebagainya.
  3. Khusus bagi penderita hiperplasia kategori atipik, yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Anda mungkin harus mempertimbangkan histerektomi. Ini adalah operasi untuk mengangkat rahim Anda. Dokter menganjurkan hal ini jika Anda tidak ingin lagi menambah anak.

Ada pertanyaan ? Silakan tulis komentar..