Penyebab Hamil Di Luar Kandungan (Hamil Etopik)

Penyebab Hamil Di Luar Kandungan (Hamil Etopik)

posted in: Info Kesehatan | 0

Normalnya kehamilan ya dalam kandungan atau rahim wanita. Lalu apa yang dimaksud dengan hamil di luar kandungan ?

Apa mungkin bisa ?

Memang kejadian seperti ini tergolong langka bahkan diperkirakan dalam setiap 100 kehamilan hanya ditemukan 2 kasus saja yang mengalami hamil diluar kandungan.

Meski begitu, tetap saja sebagai wanita harus waspada dan juga mengetahui faktor resiko maupun cara pengobatannya dengan tepat.

Apa Sih Hamil Di Luar Kandungan Itu ?

Hamil Etopik
Hamil Etopik

Dalam istilah medisnya disebut hamil etopik yaitu ketika sel telur yang telah dibuahi berkembang ditempat yang tidak semestinya.

Normalnya embrio bayi akan berkembang pada rahim, nah hamil etopik ini tidak demikian, embrio bayi bisa menempel di sembarang tempat misalnya yang paling umum yaitu  di tuba falopi sehingga disebut juga kehamilan tuba.

Tuba falopi sejatinya bukan tempat untuk embrio berkembang. Meskipun bisa, perkembangannya juga tidak akan sempurna sehingga perlu di lakukan perawatan.

Tempat yang lebih jarang terjadi kehamilan etopik diantaranya di indung telur, serviks dan juga rongga perut.

Kehamilan etopik ini tidak boleh disepelekan karena memang resiko dan bahayanya sangat besar bagi wanita. Sehingga wanita harus mengenal dan mengetahui tanda atau ciri-ciri kehamilan etopik ini.

Kehamilan etopik nyatanya dapat membahayakan nyawa, terutama jika embrio bayi berkembang sehingga bisa membuat tuba falopi robek bahkan pecah. Ini merupakan penyebab utama pendarahan hebat, infeksi bahkan kematian.

Penyebab Hamil Etopik

Penyebab hamil etopik bukan disebabkan penyebab tunggal, artinya bisa terjadi karena berbagai sebab.

Sementara penyebab yang paling umum ialah karena adanya kerusakan pada tuba falopi, yaitu saluran sebagai jalan untuk sel telur yang dibuahi agar menuju ke rahim sebagai tempat berkembangnya.

Tapi karena tuba falopi yang rusak, biasanya akibat infeksi maka sel telur tidak dapat menuju rahim karena perjalanannya terhambat. Oleh karena itu sel telur cenderung akan menempel pada dinding tuba dan berkembang disana.

Selain karena infeksi, tuba falopi mungkin tersumbat karena adanya bekas luka akibat infeksi sebelumnya atau jika pernah melakukan operasi sekitar panggul sehingga tuba falopi menyempit dan mengganggu pergerakan sel telur menuju rahim.

Wanita yang memiliki kelainan bawaan dari lahir juga lebih mungkin mengalami kelainan pada bentuk tuba falopi.

Siapa yang Lebih Beresiko ?

Setiap wanita memiliki kemungkinan mengalami kehamilan etopik. Namun ada wanita yang lebih besar resikonya jika memiliki beberapa faktor tententu.

Seorang wanita akan beresiko lebih besar mengalami hamil etopik apabila mempunyai faktor resiko seperti dibawah ini :

  • Berusia diatas 35-40 tahun
  • Memiliki riwayat radang panggul atau endometriosis
  • Pernah mengalami hamil etopik sebelumnya dan mungkin akan berulang
  • Pernah menjalani operasi seperti operasi panggul, tuba falopi, atau perut.
  • Wanita yang merokok
  • Pernah keguguran atau melakukan abortus
  • Menggunakan KB Spiral atau IUD

Ciri Dan Gejala Hamil Etopik

Perlu diketahui kehamilan etopik pada tahap awalnya tidak akan menimbulkan gejala apapun. Kehamilan akan tampak seperti kehamilan normal pada umumnya. Wanita yang hamil di luar kandungan akan mengalami juga gejala hamil biasa seperti telat haid, cepat lelah dan mual-mual.

Disinilah pentingnya melakukan pemeriksaan kehamilan setiap bulan untuk mengetahui jika ada masalah atau kelainan pada kehamilan.

Gejala baru akan muncul ketika embrio berkembang dan mempengaruhi tuba falopi. Karena tuba fallopi ukurannya sangat sempit, akibat janin yang semakin tumbuh akan meregang dan beresiko robek atau pecah.

Berikut ini adalah gejala hamil etopik berdasarkan perkembangan keparahannya :

Gejala awal

  • Pendarahan vagina yang ringan
  • Nyeri sekitar perut atau panggul antara 6 – 8 minggu setelah haid terakhir

Ketika kehamilan etopik mulai berkembang, gejala lainnya mungkin akan muncul lebih parah seperti :

  • Nyeri perut atau panggul yang lebih hebat dari sebelumnya bahkan diikuti dengan kram
  • Pendarahan dari vagina lebih berat atau parah
  • Nyeri ketika berhubungan atau pemeriksaan panggul
  • Pusing sampai pingsan karena pendarahan internal
  • Nyeri bahu yang disebabkan oleh perdarahan ke dalam perut di bawah diafragma. Pendarahan mengiritasi diafragma dan menimbulkan nyeri bahu.

Penanganan Kehamilan Etopik

Kehamilan etopik adalah kehamilan tidak normal dan juga embrio tidak akan berkembang dengan benar. Selain itu karena hamil etopik juga rentan menimbulkan bahaya bagi keselamatan wanita, tidak ada cara lain selain menggugurkannya.

Ada dua pilihan yang biasanya akan dilakukan dokter untuk menangani kehamilan etopik.

Pertama, jika kehamilan etopik terdeteksi dini dan belum merusak organ sekitarnya, dokter biasanya akan memberikan semacam obat bernama methotrexate untuk menghentikan perkembangan sel embrio.

Jika obatnya bekerja dengan benar, maka akan tampak gejala seperti keguguran termasuk kram perut, pendarahan ringan dan ada embrio yang keluar dari jalan lahir. Setelah prosedur ini selesai biasanya tidak dibutuhkan operasi lanjutan.

Pilihan ke dua, jika ternyata kehamilan etopik terdeteksi telat dan terlanjur merusak tuba falopi sampai terjadi pendarahan hebat, kondisi ini membutuhkan operasi bedah kecil yang disebut laparoskopi dengan memasukkan alat operasi kecil melalui sayatan di perut untuk mengambil embrio.

Jika tidak berhasil maka operasi besar (Laparotomi) dibutuhkan, selain untuk mengambil embrionya juga untuk memperbaiki organ organ yang rusak akibat hamil etopik tersebut.

Biaya Operasi Laparoskopi Hamil Etopik

Kisaran biaya untuk sekali operasi laparoskopi terbilang cukup tinggi yaitu antara 24 juta – 40 juta rupiah untuk daerah Jakarta tergantung dari jenis layanan dan fasilitasnya.

Biaya tersebut biasanya sudah termasuk dengan obat-obatan dan juga rawat inap selama 2 hari. Tapi belum termasuk biaya tes laboratorium sebelum operasi.

Berikut ini rincian biaya lebih lengkapnya :

*Data tersebut merupakan data tahun 2016 dan mungkin sudah mengalami perubahan harga

Bisakah Hamil Normal Setelah Kehamilan Etopik ?

Ini sangat tergantung pada apa pengobatan yang dilakukan dan juga pada kondisi saluran tuba Anda. Jika tuba telah diangkat atau tuba Anda terluka, mungkin lebih sulit untuk hamil.

Tapi banyak wanita dapat memiliki kehamilan normal setelah kehamilan ektopik. Antara 5 – 8 dari 10 wanita bisa hamil dengan normal. Tapi sekitar 1 dari 10 perempuan mungkin mengalami kehamilan ektopik lagi.

Ada banyak perawatan yang tersedia untuk membantu wanita mendapat kehamilan sehat setelah kehamilan ektopik. Bicarakan dengan dokter Anda tentang menemukan pengobatan yang terbaik untuk Anda.

Yang terpenting adalah ketika mengalami gejala-gejala yang aneh dan lain dari kehamilan biasanya, segera konsultasikan dengan dokter. Penanganan yang cepat tentunya akan lebih meningkatkan persentase kehamilan normal di masa depan.

Baca juga : Tuba Falopi Tersumbat, Apa Masih Bisa Hamil ?

Ada pertanyaan ? Silakan tulis komentar..