Sering Nyeri Haid ? Ini Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Sering Nyeri Haid ? Ini Penyebab Dan Cara Mengatasinya

posted in: Info Kesehatan | 0

Wanita akan mulai mendapatkan haid ketika sudah memasuki usia produktif. Masalah yang seringkali dihadapi adalah sensasi nyeri , kram dan tidak nyaman saat haid yang disebut Dismenore.

Dismenore atau nyeri haid memang umum dialami wanita yang baru pertamakali mendapat haid. Biasanya nyerinya ringan dan hanya terjadi dalam satu atau dua hari saja,  hari berikutnya akan berjalan normal.

Namun ternyata banyak juga wanita yang mengalaminya meski bukan pertamakalinya ia mendapatkan haid.

Kira- kira apa sih penyebabnya ?,

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang penyebab nyeri haid berikut juga dengan cara pengobatannya.

Nyeri Saat Haid

Nyeri yang timbul saat haid adalah sebagai akibat dari kontraksi otot dinding rahim yang pada hari-hari biasa tidak akan terasa.

Tapi pada masa menstruasi kontraksi ini akan menguat sebagai langkah untuk peluruhan dinding rahim, sehingga terkadang menimbulkan sensasi nyeri terutama di perut bawah.

Setidaknya ada dua jenis dismenore yang diketahui, yaitu Dismenore primer dan juga Dismenore sekunder.

1. Dismenore Primer

Terjadi sebagai proses alami dan bukan merupakan gejala dari penyakit tertentu. Dismenore ini merupakan paling umum terjadi dan menimpa 50% wanita, diantara 15% nya memeiliki intensitas nyeri yang cukup parah.

Dismenore Primer mempengaruhi wanita pada usia remaja  dan beruntungnya dapat hilang sendiri ketika dewasa seperti setelah kehamilan.

Meski memang menyakitkan dan membuat lemah dalam beberapa waktu, tapi tidak menimbulkan bahaya serius.

2. Dismenore Sekunder

Yaitu nyeri haid yang muncul akibat gejala penyakit tertentu pada organ reproduksi. Kebanyakan masalahnya masih bisa ditangani dengan pengobatan atau operasi. Dismenore sekunder lebih memungkinkan muncul saat usia dewasa.

Penyebab Nyeri Saat Haid

Nyeri haid primer terjadi saat  otot dinding rahim akan berkontraksi dengan kuat sehingga menekan pembuluh darah. Hal ini berakibat pada berkurangnya suplai oksigen ke rahim.

Sebagai respon terhadap kekurangan oksigen tersebut jaringan sekitar rahim akan memicu pengeluaran hormon Prostaglandin yaitu hormon yang menyebabkan kontraksi saat haid dan juga persalinan.

Selain menyebabkan sensasi nyeri, hormon ini juga dapat memicu gejala lainya sperti mual, muntah, lemas dan sakit kepala.

Faktor lain yang menyebabkan nyeri primer selain hormon meningnkat yaitu, kurang berolahraga, stress psikologis, merokok, alkohol dan kelebihan berat badan.

Sedangkan pada dismenore sekunder nyeri haid yang muncul merupakan efek atau gejala akibat gangguan organ reproduksi. Nyeri sekunder biasanya akan lebih lama dan datang lebih awal daripada nyeri primer.

Sejumlah gangguan organ wanita yang bisa mengakibatkan nyeri sekunder diantaranya adalah :

  • Fibroid. Yaitu tumor jinak yang tumbuh di lapisan otot rahim. Lebih umum terjadi pada wanita berkulit gelap daripada putih. Gejala lain yang sering muncul  selain nyeri haid yaitu periode haid lebih lama, sering buang air kecil dan seperti tertekan daerah perut
  • Endometriosis, yaitu otot yang tumbuh diluar rahim seperti di sel indung telur atau rektum. Gejala yang ditimbulkan seperti nyeri pinggang dan nyeri panggul. Endometriosis menyebabkan nyeri tak tertahankan saat memasuki masa haid.
  • Radang Panggul (PID), yaitu adanya infeksi pada organ reproduksi disekitar panggul seperti rahim, ovarium tuba falopi dan lainnya. Penyebab paling umum radang panggul adalah penyakit menular seksual seperti Klamidia dan Gonore atau bisa juga karena perkembangan bakteri yang tidak terkawal. Radang panggul dapat menimbulkan demam dan juga keputihan.
  • Kontrasepsi IUD, pemasangan IUD dapat menyebabkan nyeri haid terutama pada awal pemasangannya. Sebaiknya konsultasikan segera dengan bidan atau dokter bersangkutan
  • Kista Ovarium, terbentuknya kantung yang berisi cairan pada indung telur yang muncul ketika ingdung telur membesar diluar normalnya. Kista ini sering menjadi rumit akibat terpuntir sendiri atau terjadi pendarah.

Faktor Resiko Dismenore

Meski dismenore dapat terjadi pada siapa saja, tapi ada beberapa faktor yang membuat wanita beresiko terkena dismenore semakin besar, seperti :

  • Wanita berusia dibawah 30 tahun
  • Memasuki masa pubertas dan mestruasi pertama sebelum usia 11 tahun
  • Volume darah haid banyak
  • Menstruasi tidak teratur
  • Ada riwayat dari keluarga
  • Merokok
  • Belum pernah hamil dan melahirkan

Pengobatan Dismenore

Nyeri haid bisa diobati tergantung pada penyebabnya. Biasanya, untuk mengurangi rasa nyeri yang muncul, dokter akan meresepkan obat anti nyeri yang harus diminum pada awal mestruasi atau ketika gejalanya mulai muncul.

Jika penyebab dismenore ternyata kondisi serius seperti pada dismenore sekunder, operasi bedah mungkin diperlukan untuk memperingan gejala dan mencegahnya muncul lagi.

Namun, anda pun bisa mengobati nyeri haid sendiri dirumah dengan melakukan tips sederhana seperti di bawah ini :

1. Latihan ringan

Mungkin terdengar tak masuk akal, bagaimana bisa beraktifitas, bergerak pun terasa nyeri. Percaya atau tidak jalan-jalan kecil atau aktivitas lainnya dapat mengurangi nyeri haid.

Melakukan latihan kecil seperti gerakan aerobik atau yoga dapat membantu memompa darah, ini akan merangsang endorfin yang menekan hormon prostaglandin dan meringankan nyeri atau kram saat haid.

2. Kompres hangat

Panas atau hangat dapat mengendurkan otot yang berkontraksi pada rahim. Jika anda tidak ingin mengkonsumsi pereda nyeri, sebagai alternati bisa mencoba kompres air hangat atau meletakkan botol berisi air hangat diperut bawah.

3. Konsumsi Vitamin D yang Cukup

Pencegahan selalu lebih baik daripada obat, yang mengapa memastikan tubuh Anda telah cukup vitamin D penting dalam mencegah kram menstruasi. Sebuah studi menemukan bahwa dosis tinggi vitamin D3 menyebabkan penurunan yang signifikan dalam kram menstruasi.

4. Pijat bagian perut

Sebuah studi pada jurnal obstetri dan ginekologi menyatakan memijat area perut yang nyeri dengan minyak esensial aromatik tertentu terbukti menurunkan nyeri kram saat haid.

Berdasarkan laporan , para peneliti menemukan bahwa durasi nyeri berkurang antara 2,4-1,8 hari setelah memijat dengan minyak esensial.

5. Istirahat Cukup dan kurangi stress

Seperti diketahui bahwa stress psikologis juga memicu dismenore primer, menenangkan pikiran sesaat dengan beristirahat akan banyak membantu.

6. Minum Teh Chamomile

Sebuah studi terbaru oleh Imperial College London menemukan bahwa minum teh chamomile membantu mengurangi rasa sakit disebabkan oleh menstruasi. Teh chamomile mengandung glisin, asam amino yang digunakan untuk meredakan kejang otot. Dengan mengendurkan otot rahim, chamomile sangat membantu dalam mengaasi kram menstruasi. Ini juga merupakan pilihan bagi orang-orang yang tidak bisa tanpa stimulan.

Nyeri haid kebanyakan bersifat ringan, akan tetapi jika mengalami gejala seperti terjadi pendarahan berlebihan, periode menstruasi lebih lama dari biasanya, disertai demam, nyeri timbul tiba-tiba dan terasa intens pada panggul, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Penanganan lebih cepat dapat membantu mencegah gejala yang lebih parah.

Baca juga : Penyebab Haid Tidak Teratur

Ada pertanyaan ? Silakan tulis komentar..