Toksoplasma Pada Ibu Hamil : Bahaya & Cara Pencegahannya

Toksoplasma Pada Ibu Hamil : Bahaya & Cara Pencegahannya

posted in: Info Kesehatan | 0

Meski toksoplasma adalah infeksi ringan namun akan berbahaya jika dialami oleh ibu hamil, karena dapat menyebabkan cacat pada bayi atau bahkan keguguran. Apa yang harus dilakukan agar terhindar dari infeksi toksoplasma dan bisa hamil dengan tenang ?

Kehamilan tidak hanya memberikan kebahagiaan, tapi juga rasa was-was karena memang rentan sekali terhadap serangan infeksi. Salah satu infeksi yang paling umum pada ibu hamil yaitu toksoplasmosis atau lebih dikenal sebagai toksoplasma.

Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit toksoplasma Gondii.

Sering terjadi kekeliruan yang menyebut toksoplasma ini sebagai virus, padahal nyatanya bukan. Toksoplasma merupakan parasit bersel tunggal yang hidup menumpang pada hewan berdarah panas disekitar kita.

Parasit ini bisa hidup dalam tubuh manusia dalam keadaan tidak aktif selama kekebalan tubuh mampu mengendalikan perkembangannya.

Umumnya seseorang yang terinfeksi tidak akan menimbulkan gejala apapun dan terlihat sehat seperti biasanya jika kekebalan tubuhnya bagus.

Lain halnya jika infeksi terjadi pada ibu hamil karena parasit dapat menginfeksi plasenta dan bayi yang belum lahir. Janin pada trimester awal belum memiliki kekebalan tubuh sendiri sehingga bisa menjadi sasaran empuk parasit ini.

Toksoplasma akan berkembang pada sel dan jaringan dan menyebabkan kerusakan jaringan pada janin, akibatnya bayi yang dilahirkan mungkin akan mengalami cacat karena pertumbuhan organ tidak sempurna atau bahkan meninggal saat dalam kandungan.

Cara Penyebaran Toksoplasma

Toksoplasma Gondii
Toksoplasma Gondii

Toksoplasmosis adalah infeksi yang ditularkan lewat hewan ke manusia. Toksoplasma dapat hidup pada jaringan otot dan daging pada semua hewan berdarah panas disekitar kita. Salah satunya adalah kucing.

Kenapa kucing sering disebut sebagai penyebab toksoplasma ?. Kucing adalah induk semang parasit dan memang hanya hewan ini yang bisa menyebarkan toksoplasma lewat feses.

Tapi bukan berarti semua kucing trinfeksi toksoplasma dan bisa menyebarkannya. Hanya kucing liar atau atau outdoor yang berpotensi lebih besar menyebarkan toksoplasma.

Kucing liar atau yang hidup bebas biasanya memakan tikus atau hewan lain yang terinfeksi toksoplasma kemudian ikut masuk ke tubuh kucing. Dalam usus kucing toksoplasma akan berkembang biak dan terbawa keluar bersama feses. Dari sini toksoplasma akan menyebar di tanah, tumbuhan, air, atau menyebar ke udara.

Setidaknya ada 3 kemungkinan Toksoplasma dapat masuk ke tubuh manusia, diantaranya :

  • Melalui Makanan

Manusia menelan telur toksoplasma yang terdapat dalam makanan terutama makanan kurang matang atau tidak dimasak. Contohnya seperti daging unggas, sapi, kambing dan sebagainya.

Unggas dan hewan ternak lain bisa tertular toksoplasma dari pakan atau rumput yang tercemar toksoplasma dan hidup pada dagingnya.

Faktanya toksoplasma masih bisa hidup pada suhu dibawah 70 derajat, sehingga jika makanan tidak matang, toksoplasmanya juga bisa menular ke manusia. Selain daging, sayuran dan makanan lainnya juga dapat menjadi media penyebaran toksoplasma.

  • Melalui Tanah

Toksoplasma tahan hidup di tanah antara 8-12 bulan. Penularan melalui tanah terjadi misalnya ketika berkebun dan tangan menyentuh tanah yang terkontaminasi toksoplasma. Secara otomatis toksoplasma berpindah ke tangan.

Tangan kita menyentuh buah-buahan atau sayuran dan kemudian kita makan tanpa mencuci tangan atau sayurannya tadi toksoplasma akan ikut masuk ke dalam tubuh.

  • Dari Ibu ke Bayi

Penularan bisa terjadi saat dalam kandungan (kongenital). Resiko penularan pada bayi saat dalam kandungan akan lebih besar ketika usia kehamilan semakin tua, tapi akan lebih berbahaya jika tertular pada awal kehamilan.

Jika ibu terinfeksi pada trimester awal  kemungkinan bayi akan tertular adalah 15%, terinfeksi pada trimester kedua kemungkinan bayi tertular meningkat menjadi 30% dan jika ibu terinfeksi di trimester akhir kemungkinan bayi tertular lebih besar lagi menjadi 60%.

Dampak Toksoplasma Pada Bayi/ Janin

Beberapa bayi akan memiliki tanda-tanda dari toksoplasmosis pada saat lahir yang termasuk pembesaran hati dan sakit kuning , pembesaran limpa, hidrosefalus, ruam, infeksi jantung atau paru-paru, dan pembesaran kelenjar getah bening.

Namun, sebagian besar bayi dengan toksoplasmosis kongenital, khususnya mereka yang terinfeksi trimester akhir dalam kehamilan akan tampak seperti bayi normal saat lahir, tetapi dapat mengembangkan masalah serius pada beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian.

Jika bayi  positif toksoplasma pada saat lahir, dia akan diobati dengan antibiotik selama sekitar satu tahun, bahkan meski tidak memiliki gejala. Pendengaran dan mata juga perlu dilakukan tes khusus serta USG atau CT scan kepala dan tes lainnya yang diperlukan.

Studi menunjukkan bahwa walaupun pengobatan yang dilakukan setelah lahir mungkin tidak akan mengembalikan semua kerusakan yang terjadi sebelum kelahiran, tapi itu akan membantu mengurangi risiko bayi mengembangkan masalah baru selama masa pertumbuhan bayi dan seterusnya.

Bagaimana Mengetahui Anda Terinfeksi Toksoplasma Atau Tidak ?

Toksoplasmosis tidak bisa dilihat secara kasat mata karena terkadang juga tidak menimbulkan gejala apapun.

Salah satu jalan untuk mengetahui ada atau tidaknya infeksi pada saat hamil ialah dengan melakukan tes darah yang bertujuan untuk memeriksa kehadiran antibodi tertentu terkait toksoplasma yaitu Immunoglobulin M (IgM)  dan Immunoglobulin G (IgG) serta IgG Aviditas.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya IgM dalam darah anda mungkin mengalami infeksi primer atau pertama kali dan pemeriksaan harus diulang kembali 4 minggu setelahnya untuk memastikan apakah infeksi berlanjut apa tidak.

Sedangkan jika yang ditemukan hanya antibodi IgG saja berarti anda pernah mengalami infeksi toksoplasma beberapa bulan atau tahun kebelakang. IgG adalah antibodi yang dibentuk sebagai bentuk kekebalan terhadap toksoplasma seumur hidup.

Namun ketika dari hasil pemeriksaan antara IgM dan IgG ternyata positif maka perlu diperiksa keberadaan IgG Aviditas. Jika didapati nilai IgG Aviditas yang tinggi maka tidak perlu dilakukan pengobatan, karena kekebalan tubuh anda sangat baik dan bisa melindungi bayi dari toksoplasma.

Baca juga : Tuba Falopi Tersumbat Bisa Hamil ?

Cara Mencegah Infeksi Toksoplasma Saat Hamil

Sebenarnya ibu hamil yang mengalami infeksi toksoplasma masih bisa menjalani kehamilan tanpa perlu khawatir akan resiko pada bayi selama rutin memeriksakan kandungan atau selalu berada dalam pengawasan dokter.

Dokter mungkin akan meresepkan obat yang harus diminum secara rutin untuk mencegah penyebaran toksoplasma pada janin.

Selain itu, untuk pencegahan agar tidak terserang toksoplasma saat hamil, beberapa tips dibawah ini mungkin akan berguna :

  • Menghindari makanan yang dimasak setengah matang atau masih mentah seperti daging sapi atau unggas
  • Jika makan sayuran atau buah sebaiknya dicuci sampai bersih menggunakan air mengalir
  • Hindari berkebun atau bersentuhan dengan tanah secara langsung, bila perlu gunakan sarung tangan karet
  • Selalu mencuci tangan sebelum atau sesudah memegang makanan
  • Cuci peralatan masak sampai bersih setelah mengolah daging atau sayuran seperti pisau, talenan, piring dan lainnya
  • Hindari juga minum produk susu yang belum dipasteurisasi
  • Jika memiliki peliharaan di rumah seperti kucing, pastikan terbebas dari segala macam parasit. Anda bisa membawanya ke dokter hewan dan diberi vaksin. Sebaiknya juga berikan pakan yang matang jangan diberi makanan mentah.

Yang terpenting dari upaya pencegahan toksoplasma pada ibu hamil adalah melakukan pemeriksaan sebelum ataupun saat kehamilan.

Jika infeksi toksoplasma terjadi sebelum kehamilan dokter biasanya menyarankan untuk menjalani pengobatan lebih dulu dan menunda kehamilan. Namun jika infeksi diketahui setelah terjadi kehamilan, terapi antibiotik bisa membantu.

Konsultasikan dengan dokter mengenai jenis antibiotik dan juga efeksamping yang mungkin berpengaruh terhadap janin.

 

Ada pertanyaan ? Silakan tulis komentar..